Vrydag, 28 Junie 2013

Identifikasi Potensi Ekonomi Sektor Pertanian Wilayah Kecamatan Abeli Kota Kendari




Identifikasi Potensi Ekonomi Sektor Pertanian Wilayah  Kecamatan Abeli Kota Kendari

ABSTRAK
Wa Ode Mardiana (A1A1 08135) “ Identifikasi Potensi Ekonomi Sektor  Pertanian Wilayah Kecamatan Abeli Kota kendari’’ Dibimbing oleh Bapak Drs. Surdin M.Pd  dan Muhammad Ilham SE, M.Si
Kegiatan identifikasi terhadap komoditas di sektor pertanian ini akan mampu mengestimasi seberapa besar potensi pengembangankomoditi unggulan ditiap wilaya. Pelaksanaan identifikasi terhadap potensi ekonomi sektor pertanain di kecamatan Abeli menggunakan data manografi masing masing kelurahan dan juga informan dari camat dan tenaga penyuluh di Kecamatan Abeli. Hasil pengamatan selama penelitian terindetifikasi bahwa berdasarkan luas tanam tanaman pertanian, komoditas unggulan adalah tanaman pangan adalah jagung dan ubi kayu dimana luas tanam jagung 53,48 Ha dengan Produksi sebesar 142,79 Ton/Tahun sedangkan Ubi kayu luas tanam 46,85 Ha dengan produksi sebesar 328 Ton/Tahun. Tanaman Hortikultura komoditas unggulan adalah pisang dan manga dimana luas tanam pisang 31,1 Ha dengan produksi sebesar 155 Ton/Tahun sedangkn mangga dengan luas tanam 13 Ha dengan produksi sebesar 91 Ton/Tahun dan komoditas unggulan tanaman perkebunan adalah kelapa dalam dan Jambu Mente, dimana luas tanam tanaman kelapa dalam seluas 266,3 Ha dengan produksi sebesar 479,34 Ton/Tahun sedangkan luas tanam jambu mente 253,04 Ha dengan Produksi sebesar 177,13 Ton/Tahun.
Kata kunci : Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, Luas lahan, Komoditas Unggulan, Produksi Pertanian.
                                                        PENDAHULUAN
Sumber daya alam suatu wilayah adalah merupakan semua bahan/unsur/ material yang terdapat dan dimiliki oleh suatu daerah secara alami. Artinya, sumber daya tersebut telah disediakan oleh alam yang timbul sebagai akibat proses alamiah dan berguna bagi kehidupan umat manusia. Sumber daya alam mencakup semua unsur tata lingkungan biologis dan fisik (biofisik) yang dengan nyata atau secara potensial dapat menunjang kehidupan dan memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Secara garis besar sumber daya alam dapat digolongkan ke dalam dua bagian utama, yaitu :  (1) Sumber Daya Alam Hayati; (2) Sumber Daya Alam Nonhayati.
Sumber daya alam nonhayati mencakup semua sumber daya alam dengan ciri-ciri utamanya adalah tidak dapat diperbaharui oleh manusia. Artinya, jika sumber daya alam tersebut dieksploitasi secara tidak bijaksana maka akan mempercepat terjadinya pemusnahan sumber daya alam nonhayati tersebut, seperti tanah, minyak bumi, bahan tambang atau mineral (seperti nikel, tembaga, seng, besi, timah, emas dan lain-lain).
Pertanian merupakan salah satu kegiatan manusia yang mengeksploitasi sumber daya tanah dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidupnya. Dalam mengeksploitasi tanah untuk kegiatan pertanian, manusia menerapkan berbagai teknologi mulai dari teknologi yang sederhana bersifat tradisional sampai teknologi yang canggih. Semuanya menjadikan tanah sebagai objek untuk kegiatan produktif pertanian.
            Secara geografis, tiap wilayah memiliki karakteristik berbeda yang ditentukan oleh proses pembentukannya. Karakteristik tersebut menjadikan tiap wilayah memiliki kemampuan yang berbeda dilihat dari potensi keanekaragaman sumber daya dan kemampuan lingkungan. Untuk dapat mengetahui tingkat kemampuan lingkungan dan potensi yang dimiliki ditiap wilayah pedesaan, memerlukan upaya pemetaan wilayah yang meliputi kegiatan identifikasi, inventarisasi dan zonasi.
Berdasarkan uraian singkat di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “ Identifikasi Potensi Ekonomi Sektor Pertanian Di Kecamatan Abeli Kota Kendari “.
Untuk mempermudah penelitian maka perlu dirumuskan permasalahan identifikasi potensi ekonomi sektor pertanian di kecamatan Abeli Kota Kendari, yaitu : Bagaimana potensi luas lahan pertanian di Kecamatan Abeli?Bagaimana perbandingan luas tanam dan luas panen tanaman pangan, hotikultura dan tanaman perkebunan di Kecamatan Abeli?. Bagaimana perbandingan luas jenis tanaman pangan, hortikultura dan tanaman Perkebunan  di Kecamatan Abeli?. Bagaimana komoditas unggulan tanaman pangan, hortikultura dan tanaman perkebunan di Kecamatan Abeli?
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui potensi luas lahan pertanian di Kecamatan Abeli, Untuk mengetahui perbandingan luas tanam dan luas panen tanaman pangan, hortikultura dan tanaman perkebunan di Kecamatan Abeli dan Untuk mengetahui perbandingan luas jenis tanaman pangan, hortikultura, tanaman perkebunan  di Kecamatan Abeli dan Untuk mengetahui komoditas unggulan tanaman pangan, hortikultura dan tanaman perkebunan  di Kecamatan Abeli.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Wilayah Kecamatan Abeli      
              Wilayah kecamatan Abeli, secara geografis teletak di bagian Selatan garis khatulistiwa, berada di antara 3º 59º 20 º - 4º 00º lintang Selatan dan membentang dari barat ke timur 122º 34º 00º - 122º 38’40º Bujur Timur.
 Letak wilayah kecamatan Abeli, sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Kendari, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Konawe Selatan  sebelah barat berbatasan dengan kecamatan poasia. Kecamatan abeli terbentuk dari pemekaran Kecamatan Poasia, dengan surat keputusan walikota nomor 2 Tahun 2003 yang di sahkan pada tanggal 18 Maret Tahun 2003.
Luas Wilayah Kecamatan Abeli
Kecamatan Abeli sebagian besar wilayahnya berada dipesisir pantai, sekitar 70% luas wilayahnya berada di pinggir pantai, dan terdapat satu buah pulau, yaitu pulau bungku toko yang mempunyai luas 2,02  atau 3,92% dari keseluruhan wilayah Kecamatan Abeli, yang mempunyai luas 51,41 . Luas wilayah menurut kelurahan sangat beragam, kelurahan Benua Nirae merupakan wilayah yang paling luas, kemudian menyusul kelurahan Tobimenita, kelurahan Nambo, Kelurahan Sambuli, kelurahan Anggalomelai, Kelurahan Petoaha, Kelurahan Abeli, Kelurahan Pudai, kelurahan talia, Kelurahan lapulu, kemudian Kelurahan Poasia.
Pembagian Wilayah
Wilayah administrasi kecamatan Abeli sejak pertama kali dibentuk Tahun 2003 sampai sekarang, terdiri atas 13 Kelurahan, 49 Rukun Warga, 108 Rukun Tetangga.
Gambar 4.2  Pembagian Wilayah Kecamatan Abeli
Jumlah penduduk dan jumlah keluarga tani di Kecamatan Abeli pada masing-masing kelurahan dapat dilihat pada tabel berikut :




Tabel  4.3 Jumlah Penduduk dan Jumlah Keluarga Tani di Kecamatan Abeli
No
Kelurahan
Jumlah Penduduk
Jumlah Keluarga Tani
1
Benuanirae
1.679
220
2
Pudai
1.288
30
3
Lapulu
3.898
101
4
Abeli
1.967
152
5
Anggalomelai
1.696
152
6
Tobimeita
2.165
215
7
Poasia
1.573
91
8
Talia
1.500
97
9
Petoaha
1.604
339
10
Nambo
1.289
279
11
Bungkutoko
1.520
31
12
Sambuli
1.656
55
13
Tondonggeu
863
72
Jumlah
21.833
1.834





 Sumber : Kecamatan Abeli Kota Kedari 2012
Berdasarkan Tabel di atas, Jumlah penduduk Kecamatan Abeli  22.453 orang dengan jumlah keluarga tani 2.692 KK. Kelurahan Benua Nirae memiliki jumlah penduduk 1.679 orang dengan jumlah keluarga petani 220 KK, Kelurahan Puday memiliki jumlah penduduk 1.288 orang dengan jumlah keluarga petani 30 KK, Kelurahan Lapulu memiliki jumlah penduduk 3.898 orang dengan jumlah keluarga petani 101 KK, Kelurahan Abeli memiliki jumlah penduduk 1.967 orang dengan jumlah keluarga petani 152 KK, Kelurahan Anggalomelai memiliki jumlah penduduk 1.696 orang dengan jumlah keluarga petani 152 KK, Kelurahan Tobimeita  memiliki jumlah penduduk 2.165 orang dengan jumlah keluarga petani 215 KK, Kelurahan Talia memiliki jumlah penduduk 1.500 orang dengan jumlah keluarga petani 97 KK, Kelurahan Petoaha memiliki jumlah penduduk 1.604 orang dengan jumlah keluarga petani 339 KK, Kelurahan Nambo memiliki jumlah penduduk 1.289 orang dengan jumlah keluarga petani 279 KK, Kelurahan Bungkutoko memiliki jumlah penduduk 1.520 orang dengan jumlah keluarga petani 31 KK, Kelurahan Sambuli memiliki jumlah penduduk 1.659 orang dengan jumlah keluarga petani 55 KK dan Kelurahan Tondonggeu memiliki jumlah penduduk 863 orang dengan jumlah keluarga petani 72 KK.
Potensi Lahan Pertanian Di Kecamatan Abeli
Luas  lahan  pertanian di Kecamatan Abeli seluas 2.246,92 Ha atau sebesar 43,70 % dari luas wilayah Kecamatan Abeli. luas lahan potensial pertanian di Kecamatan Abeli seluas 1.482,58 Ha. Luas lahan pertanian yang terolah yaitu 761,62 Ha atau sebesar  51,37 % dari luas lahan potensial pertanian sedangkan yang luas lahan yang belum terolah 720,97 Ha atau sebesar 48,56 % dari luas lahan potensial pertanian di Kecamatan Abeli. luas lahan pertanian yang terolah di Kecamatan Abeli seluas 761,61 Ha, dimana luas lahan tanaman pangan 117,2 Ha atau sebesar 15,39 % dari luas lahan pertanian yang terolah di Kecamatan Abeli, Tanaman Hortikultura 75,54 Ha atau sebesar 9,9 % dari luas lahan pertanian yang terolah di Kecamatan Abeli dan tanaman Perkebunan 569 Ha atau sebesar 74,71 % dari luas lahan pertanian yang terolah di Kecamatan Abeli. Jumlah luas tanam berbagai jenis tanaman Hortikultura  di Kecamatan Abeli yaitu 75,41 Ha sedangkan jumlah  luas panen  berbagai jenis tanaman Hortikultura yaitu 54,91 Ha yang terdiri dari Tanaman pisang dengan luas tanam 31,1 Ha sedangkan luas panen tanaman pisang 23,85 Ha, sayuran dengan luas tanam 7,05 Ha sedang luas panennya 5,55 Ha, Rambutan dengan luas Tanam 9,5 Ha sedangkan luas panennya 7,5 Ha, nenas dengan luas Tanam 6,5 Ha sedangkan luas panennya 4,5 Ha, lada dengan luas tanam 2 Ha sedangkan luas panennya sama dengan luas tanam, pepaya dengan luas tanam 1,1 Ha sedangkan luas panennya sama dengan luas tanam, ketimun dengan luas tanam 0,06 Ha sedangkan luas panennya sama dengan luas tanam, cabe dengan luas tanam 1,1 Ha sedangkan luas panennya sama dengan luas tanam, durian dengan luas tanam 1,5 Ha sedangkan luas panennya 0,75, mangga dengan luas tanam 13 Ha sedangkan luas panennya 7,5 Ha dan Jeruk dengan luas tanam 2,5 Ha sedangkan luas panennnya 1,5 Ha. jumlah luas tanam berbagai jenis tanaman Perkebunan  di Kecamatan Abeli yaitu 568,8 Ha sedangkan jumlah  luas panen  berbagai jenis tanaman Perkebunan yaitu 476,75 Ha yang terdiri dari Tanaman Kakao dengan luas tanam 48,46  Ha sedangkan luas panennya 40,5 Ha, Jambu Mente dengan luas tanam 253,04 Ha sedang luas panennya 232,7 Ha, Kelapa dengan luas tanam266,3 Ha sedangkan luas Panennya 202,8 Ha dan kopi dengan luas Tanam 1 Ha sedangkan luas Panennya 0,75 Ha. Luas Tanam Tanaman Pangan 117,2 Ha,Tanaman Hortikultura 75,41 Ha sedang Luas tanaman perkebunan 568,8.  Luas Panen tanaman pangan di kecamatan Abeli 100,15 Ha, Tanaman Hortikultura 54,91 Ha sedang Luas Panen tanaman perkebunan .
Perbandingan Luas Tanam Jenis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Tanaman Perkebunan
 Luas Tanam Jenis tanaman Hortikultura di kecamatan Abeli  75,41 Ha yang terdiri dari tanaman pisang 31,1 Ha, sayuran 7,0 Ha, rambutan Ha, nenas 6,5 Ha, Lada 2 Ha, pepaya 1,1 Ha, ketimun 0,06 Ha, Cabe 1,1 Ha, durian 1,5 Ha, mangga 13 Ha dan jeruk 2,5 Ha.
Untuk lebih jelasnya perbandingan Luas Tanam jenis Tanaman hortikultura di Kecamatan Abeli dapat dilihat pada gambar berikut :
Perbandingan Luas Tanam Jenis  Tanaman Perkebunan
Jenis Tanaman perkebunan  yang ada di kecamatan Abeli pada masing-masing kelurahan dapat dilihat pada tabel berikut  
Tabel 4.11 Perbandingan Luas Tanam Jenis Tanaman Perkebunan

No
Kelurahan
Luas Tanam Jenis Tanaman Perkebunan
Kakao (Ha)
Jambu mente
(Ha)
Kelapa
(Ha)
Kopi
(Ha)
Total
(Ha)
1
Benuanirae
5
25,5
12,5
-
43
2
Puday
-
1,5
2
0,5
4
3
Lapulu
-
-
1,5
-
1,5
4
Abeli
-
22
10
-
32
5
Anggalomelai
4
6,5
7
0,50
18,2
6
Tobimeita
12,5
27
40
-
79,5
7
Poasia
-
2
7,8
-
9,8
8
Talia
1
10
8
-
19
9
Petoaha
5
60
2
-
67
10
Nambo
15
42
80
-
137
11
Bungkutoko
-
20
60
-
80
12
Sambuli
5
20
10
-
35
13
Tondonggeu
0,96
16,54
25,5
-
43

Total
48,46
253,04
266,3
1
569
Sumber : Monografi Kecamatan Abeli
Jumlah luas tanam berbagai jenis tanaman pangan di Kecamatan Abeli yaitu 117,2 Ha sedangkan jumlah  luas panen  berbagai jenis tanaman pangan yaitu 102,35 Ha yang terdiri dari Tanaman jagung dengan luas tanam 53,48 Ha sedangkan luas panen tanaman jagung 47,25 Ha, Ubi Kayu dengan luas tanam 46,85 Ha sedangkn luas panen 41,1 Ha, Talas dengan luas tanam 2,65 Ha sedangkan luas panen sama dengan luas tanam, ubi jalar dengan luas tanam 8,1 Ha sedangkan luas panen 7,1 Ha, sagu dengan luas tanam 6,12 Ha sedangkan luas panen 4,25 Ha.
Berdasarkan tabel di atas luas tanaman Perkebunan  di kecamatan Abeli  569 Ha yang terdiri dari tanaman kakao 48,46 Ha, jambu mente 253,04 Ha, kelapa 266,3 Ha dan kopi 1 Ha.
Berdasarkan informasi dari penyuluh pertanian di Kecamatan Abeli bahwa komoditas unggulan itu ditentukan berdasarkan luas lahan dan produksi tiap hektarnya, kesesuain lahan dengan jenis tanaman yang dibudidayakan  apabila lahan tersebut sesuai dengan jenis tanaman yang di tanam maka akan menjadi komoditas unggulan karena memiliki hasil produksinya yang lebih tinggi. Jadi Untuk mengetahui komoditas unggulan masing-masing komoditi di Kecamatan Abeli harus berdasarkan luas tanam dan Produksi tiap Hektarnya.
Komoditas unggulan tanaman Pangan di Kecamatan Abeli dapat dilihat pada tabel berikut
Tabel 4.12 Luas tanam dan produksi hasil Tanaman  Pangandi Kecamatan Abeli
No
Tanaman Pangan
Jumlah Luas Tanam
(Ha)
Produksi (Ton/ Ha)
Produksi di Tingkat Kecamatan (Ton)
1.
Jagung
53,48
2,67
142,79
2.
Ubi kayu
46,85
7,0
327,95
3
Talas
2,65
2,67
7,0755
4
Ubi jalar
8,1
5,5
44,55
5
Sagu
6,12
7,5
45,9
Total Kecamatan Abeli
117,2
-
568,2671






Sumber : Hasil Analisis 2013

Jika kita memperhatikan Tabel di atas, komoditas unggulan berdasarkan luas lahan dan produksi tanaman pangan maka komoditas unggulannya adalah jagung dan ubi kayu dengan luas tanam  jagung 53,48 Ha dengan produksi / Ha 2,67 ton menghasilkan 142,79 ton sedangkan ubi kayu 46,45 ha dengan produksi tiap Ha 7 ton menghasilkan 327,95 Ton untuk  Se Kecamatan Abeli.
, komoditas unggulan berdasarkan luas lahan dan produksi tanaman Hortikultura  maka komoditas unggulannya adalah pisang dan Mangga dengan luas tanam  pisang 31,1 Ha dengan  produksi / Ha 5 ton menghasilkan 155 ton sedangkan mangga memiliki luas tanam 13 Ha dengan produksi Ha 7 ton menghasilkn 91 ton  untuk  Se Kecamatan Abeli.
Komoditas unggulan tanaman Perkebunan di Kecamatan Abeli dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.14 Luas tanam dan produksi hasil Tanaman Perkebunan di Kecamatan Abeli
No
Tanaman Perkebunan
Jumlah Luas Tanam
(Ha)
Produksi (Ton/ Ha)
Produksi di Tingkat Kecamatan (Ton)
1
Kakao
48,46
1,5
72,69
2
Jambu Mente
253,04
0,7
177,13
3
Kelapa Dalam
266,3
1,8
479,34
4
Kopi
1
0,75
0,75
Total Kecamatan Abeli
569
-
729,91







Sumber : Hasil Analisis 2013

Jika kita memperhatikan Tabel di atas, komoditas unggulan berdasarkan luas lahan dan produksi tanaman Perkebunan maka komoditas unggulannya adalah Jambu Mente dan Kelapa Dalam dengan luas tanam Jambu Mente 253,04 Ha dengan  produksi / Ha 0,7 ton menghasilkan 177,13 ton sedangkan kelapa dalam memiliki luas tanam 266,3 Ha dengan produksi Ha 1,8 ton menghasilkn 479,34 ton  untuk  Se Kecamatan Abeli.
KESIMPULAN DAN SARAN

A.                Kesimpulan
1.      Potensi lahan pertanian di Kecamatan Abeli 1.482 Ha dimana luas lahan yang terolah sebesar 51,37 % dari luas lahan potensial Pertanian  sedangkan luas lahan yang belum terolah sebesar 48,63 %.
2.      Perbandingan luas tanam dan luas panen tanaman pangan sebesar 0,87 (87 %), Perbandingan luas tanam dan luas panen tanaman hortikultura  sebesar 0,72 (72 %) dan Perbandingan luas tanam dan luas panen tanaman perkebunan sebesar 0,84 (84 %).
3.      Perbandingan luas tanam jenis tanaman pangan yaitu sebesar 0,15 (15,39 %) Luas jenis tanaman hortikultura sebesar 0,09 (9,90 %) dan luas jenis tanaman perkebunan sebesar 0,74 (74,68%).
4.      Komoditas Unggulan tanaman pangan, hortikultura dan tanaman perkebunan  berdasarkan luas tanam terluas adalah sebagai berikut:
a.       Komoditas unggulan tanaman pangan yaitu jagung dan ubi kayu.
b.      Komoditas unggulan tanaman hortikultura yaitu pisang dan mangga
c.       Komoditas unggulan tanaman perkebunan yaitu kelapa dan jambu mente.
B.                 Saran
1.      Kegiatan penyuluhan pertanian di kecamatan Abeli akan dapat dilaksanakann dengan baik, apabila ada komitmen dan kesungguhan hati serta kerjasama yang konstruktif dari semua pihak, baik dari unsur pemerintah, swasta, tokoh masyarakat, maupun pelaku utama dan pelaku usaha pertanian.
2.      Semua pihak diharapkan membuka diri dan membangun kerjasama yang baik dalam rangka mewujudkan pertanian.
DAFTAR PUSTAKA

Alkari,1999.Manajemen Teknologi untuk Pengembangan Wilayah.Direktorat Kebijaksanaan Teknologi untuk Pengembangan Wilayah Badan Pengkajian dan penerapan Teknologi (BPPT).Jakarta.

Asyad, Lincolin, 2005. Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah.BPFE. Yogyakarta.

Badan Libang Pertanian 2003.Panduan Umum: Pelaksanaan Pengkajian dan Program Informasi, Komunikasi, dan Deseminasi di BPTP.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.Departemen Pertanian. Jakarta.

BPS, 2012. Kecamatan Abeli  dalam Angka 2011.Badan Pusat Statistik Kota Kendari.Kendari.
Data Programa dan Rencana Kerja Penyuluhan Pertanian Tiap Kelurahan di Kecamatan Abeli Tahun 2012.

Direktorat Jenderal Hortikultura Departemen Pertanian, 2008. Membangun Hortikultura Berdasarkan Enam Pilar Pengembangan.

Djanudin D, 2008, Perkembangan Kebutuhan Sumber Daya Lahan Dan Kontribusinya Untuk Mengatasi Kebutuhan Lahan Pertanian Di Indonesia, Jurnal Litbang Pertanian Bogor.

Djaenudin D, Y.Sulaeman, A. Abdulracman, 2002. Pendekatan Perwilayahan Komoditas Pertanian Menurut Pedro-Agroklimat di Kawasan Timur Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat.Bogor.

Endro Pranoto.2008.Potensi Wilayah Komoditas Pertanian dalam Mendukung     Ketahanan Pangan Berbasis Agribisnis Kabupaten Bayu Mas.semarang.

Hariadi  Samsi Sanuru, 2007, Kelompok Tani Sebagai Basis Ketahanan Pangan, Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Volume 3 Nomer 2. Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Hanani AR.,N.,Ibrahim.,M.2003.Strategi Pembangunan pertanian (Sebuah Pemikiran baru).Lapera Pustaka Utama.Yogyakarta.

Hendayana,2003.Penentuan Komoditas Unggulan Nasional.Jurnal Informatika Pertanian .Vol 12.

M.Adlan Larisu,dkk. 2010. Jurnal-jurnal Ilmu Pertanian. Sekolah Tinggi         Penyuluhan Pertanian Magelang Jurusan Penyuluhan Pertanian   ;Yogyakarta.

Subejo, 2007, Memahami Dan Mengkritisi Kebijakan Pembangunan. Pertanian Di Indonesia, Jurnal Ilmu Pertanian Volume 3 Nomer 1, Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Magelang.
.

Savitri Dewi, 2008, Analisis Identifikasi Sektor Unggulan Dan Struktur Ekonomi Pulau Sumatera, Skripsi Departemen  Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Dan Ilmu Manajemen, Institut Pertanian Bogor.

Sumastuti Efriyani , 2010, Potensi Sektor Pertanian Di Jawa Tengah, Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Volume 6 Nomer 1. Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang.

Suprapto Hadi, 2011, Pengambangan Keragaman Pangan Lokal Di Kalimantan Timur, Jurnal Teknologi Pertanian Universitas Mulawarman

Setyowati Nuning, 2012, Analisis Peran Sektor Pertanian Di Kabupaten Sukoharjo, Jurnal Fakultas Pertanian UNS

Wijayadi Wiwid, 2003, Studi Identifikasi Pengembangan Komoditas Pertanian Yang Berorientasi Pasar Dalam Rangka Pengembangan Wilayah Kabupaten Purbalingga. Tugas Akhir Perencanaan Wilayah Dan Kota Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.

Woyanti Nenik, 2004, Identifikasi Potensi Ekonomi Dan Komoditi Unggulan, Andalan Dan Potensial Kabupaten Batang, Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang